Indonesian as one of “Friendship Legend” in Japan

October 30th, 2008 by vlara
See this:
http://www.youtube. com/watch? v=-KceOO- Uf6s
atau buka youtube, search Sodaisai 2008
…dan baca copywritingnya baik-baik ya…
 
And this is the story behind the scene..
 
Di Soka University Jepang, setiap tahunnya ada acara Sodaisai yang menampilkan pertunjukan seni dari para mahasiswanya.
 
Tapi tahun ini ada yang berbeda.
 
Sekelompok alumni diizinkan bahkan diminta untuk tampil di panggung khusus mahasiswa tersebut. Siapa mereka? Mengapa?
 
Mereka bertemu di Soka University dari program beasiswa 1 tahun utk tingkat S1 dan tinggal di asrama blok 1 (ichigo*) empat tahun lalu. Kekompakan dan persahabatan mereka menjadi legenda di Soka University. Tahun ini ‘tanpa sengaja’ mereka bisa berkumpul kembali; ada yg karena beasiswa S2, karena mendapat pekerjaan di Jepang, juga karena menikah/suami  di Jepang.
 
PS:
The Indonesian one is Devi Yuliana Afifa, paling kanan (bbrp kali di-close-up).
Koreografer sekaligus yg mengusulkan lagu (Sonya) berasal dari Rusia: blond pony-tail, tank top putih, posisi di depan-tengah.
 
 
 
*Devi/Poty says: ichigo itu nama block gw di asrama.. ada 8 blok disana,,1 block 10 orang. Block gw block no.1 alias dlm bhs jepang ichi (1) go (no)..dan kita namain ichigo jg krn ichigo kalo dijadiin satu kata artinya jadi strawberry.. begitu critanya..kt bareng2 tinggal di ichigo cuma 6 bln, tp skg dah 4 taun dari wktu itu dan kita masih dekettt bgt..mskipun negaranya beda2 smua..
…dan u know what smpe skg ktnya legenda ichigo masih dibicarakan di asrama gw,,,krn gak ada block laen taun mnpun yg skompak dan seseru kita.. :) junior gw yg tinggal diasrama yg sm stlh gw plg jg blg ke gw..pot..ichigo kok bs kompak gt..hihi..proud to be part of them!
 
 
–> Proud juga bahwa salah satu dari mereka adalah Warga Negara Indonesia!!!
Jd legend di negri org, simbol persahabatan antarnegara  (VLa)

Surprise Birthday Party

October 25th, 2007 by vlara

Last Wednesday was Ferdoku’s birthday. At first I was really confuse to decide what present I could give to him. Then my lovely sister came up with “Surprise Party” idea. Hmm.. That sounds cool but I felt doubt because I gave him surprise graduation cake not so long ago. So then I chat with his best friend Kasino to discuss about it. When I decided it will be ok, I chat with Dono (another best friend of his) to tell everybody else.

That day felt terrible for mas Indro, because I didn’t give him anything even greeting. The reason is because I did that in mid night and I was late in the morning so there was no chance. My day was full of busy working. He felt more ignored even I didn’t mean to do that.

In the afternoon, he asked me to go home straightly but I said I want to have dinner with him. I said it will be great to eat mushroom near my friends’ previous dormitory (Bunayya). He agrees. It started to rain on the way to Depok, so I asked him to stop in Sate Ubin, not so far from my office. Again, he agrees. Well, actually all his friends have gathered there.

He seems angry and he even avoid my handycam. Run to other side of restaurant and cover his face with jacket. But soon he come to the table and sit in its back corner. His friends couldn’t hasitate to tease him. He still doesn’t want to smile. He finally able to smile when Rio and Mas Edi, his campus’ mates, surprisingly come.

Kasino opens the celebration with his speech, continued by congratulations and prayers from each of guest: me, Vidia, Oki, Julian, Febie, Bagas, Retno, Rio, and Mas Edi. Also mandates/messages from some friends couldn’t come: Yedi, Erik, Raul. Unfortunately Dono couldn’t make it also, because he has to take his Megadeth concert’s ticket. Then we all enjoy the food, except Mas Indro. He seems still in a bad temper.

I try to feed him some and finally he wants to eat his own dish. Everybody keep teasing and finally he laugh. I finally relief my nerve.

Not so long after we finish eating, my sister Devi comes up with lovely birthday cake. She is with our best friend Sarah. The cake is chocolate with white cream formalize words: HAPPY BIRTHDAY FERID and shape: , with three flowers on the side. Kasino said, it represents Mas Indro, me, and our first son-gonna-be (hehehe.. Amen).

Mas Indro blows one white candle (represent this is our first year together) and slashes the cake. Giving the first slice to me and the second for Kasino. Since we don’t have small fork and saucer, he feeds us straight to our mouth! Hehehe…

After Devi and Sarah finish eating, we all take picture and finally go home.

PS. Mas Ferdo already turns out to be the sweetest man since ‘the cake ceremony’

I miss you, mommy!

October 1st, 2007 by vlara

During this fasting month, my yearning heart to my mother in S’pore seems to be doubled. Mommy Rohani (or Mommy Honey as she usually called) is my foster mother during my trip to the lion-fish country in 2004. She lives alone in her apartment because she hasn’t got married until this old (around 60). After 2004, there were almost none communication has been made. I once called her but can’t be long and we only sent ied’s greetings to each other (of course by snail mail because mom doesn’t understand internet).

I really miss her warm heart and all she made for me. Her morning calls for shubuh pray, continued by some sports in the park near home. I miss to go shopping with her for preparation of ied al fithr and all tourism places she took me. I really want to cook dinner together again with her as we usually do.

Mommy Honey is really as sweet as her name. No big difference with my foster mom in Philippine, Ate Love (real name: Dulce Amor), whose also as full of love as she called. I am so lucky to have amazing foster mothers like them. Really care and tender-hearted.

About Mommy Honey, i used to lazy when she woke me up and i used to lament anytime she asked me to join recitation. But now i really miss all that things. I want to join her recitation again in the basement of apartment; i won’t mind if she wanted to introduce me to her friends, i really wish i could fly to meet her.

Mommy, please forgive your ugly daughter. This Ramadhan really reminds me of you, a lot. Pray that we will meet again soon and I hope you’re ok, never feel lonely there.

Beda Logika

October 1st, 2007 by vlara

Gw nulis ini karena belakangan banyak pertanyaan yg mampir di meja gw, kenapa gaya hidup gw sepertinya beda dg mereka yg nanya. Gw sih fine-fine aja jd ‘aneh’ tp kadang cape jg nanggapin pertanyaan-pertanyaan yg jawabannya gak memuaskan si penanya. Sebenarnya klo menurut gw di sini dituntut keterbukaan lo buat nerima perbedaan. Karena gak semua orang mengikuti hal yg umum meskipun hal itu sepertinya sudah jadi logika semua masyarakat. Sementara itu gw di sini hanya sebagai seorang anak yg mencoba utk taat sm orang tuanya sambil tetap bisa nerima dan bergaul biasa sm teman2 gw.

Bingung ya sm ocehan gw? Gini deh.. Sebagai contoh, gw gak boleh ngekost. Sejak gw kuliah smpe kerja sekarang ini, tetap aja gak bisa. Gak dipercaya? Eits, ntar dulu. Justru di sini letak bedanya, letak ‘keanehannya’. Meski ngga kost, gw boleh kok gak pulang bahkan smpe berhari-hari. Nah lo trus gw kmana? Nginep.

Hal itulah yg kynya gak bisa diterima sm tmn2 gw. Kok gw dibolehin sih? Kan jadinya gw bisa aja bohong. Catet ya, bisa aja. Nah klo ortu gw percaya, ngapain jg gw bohong, coba?! Yg bikin gw nyesek, kdg ada tmn yg ngdebat aturan dr ortu gw itu. Mereka kdg masih gak terima meski dah gw jelasin sekalipun. Mereka bilang mstinya begini, mstinya begitu. Mstinya klo mnurut gw kita percaya aja sm setiap kebijakan ortu kita, pasti mereka punya pertimbangan sendiri. Kecuali klo emang bnr2 gak masuk akal bgt.

Contoh lain misalnya kenapa gw boleh keluar malem klo ngga sm cowo gw, meskipun gw pergi sendiri (ngga sm tmn2 juga). Nah klo keluar malemnya sm cowo gw malah gak boleh. Bingung? Ya klo mnurut gw itu td, ortu percaya gw bisa kok pergi sendiri. Lagian gw pergi jg klo ada kepentingannya doang, gak sering.

Logika yg berlaku di masyarakat mgkn seorang anak perempuan akan lebih terjaga klo dia ngkost. Sementara pertimbangan ortu gw mgkn klo kost pulangnya akan lebih jarang, gak ada yg jagain jg di kost-an. Klo gw nginep, toh ortu gw kenal & percaya kok sm org yg gw inepin. Jd gak masalah kan?!

Logika umum mgkn seorang wanita akan dijagain sm cowoknya sendiri. Pertimbangan ortu gw, pergi berdua sm cowok yg belum muhrim itu gak mendidik, gak baik dilihat org, apalagi jalannya malam. Trus gw jg pake jilbab. Bisa-bisa syi’arnya malah bikin semua org menganggap jalan spt itu hal yg wajar (Skrg aja, cewe berjilbab jalan berdua sm cowo udah hal yg wajar kan?! Pdhl 11 tahun lalu wkt gw baru pake jilbab, mau jalan bareng tmn gw dr kelas ke kantin aja rasanya maluuu bgt, gak pantes bgt). Selain itu, cowok gw jg punya keluarga sendiri, ngapain anak gw ngrepotin dia klo anak gw bisa sendiri. Lain halnya setelah menikah, itu sih emg tanggung jawab cowok gw kan..!

Demikian jg tentang begadang bareng atau nongkrong2. Menurut nenek gw, gak pantes bgt klo gw msh nerima tamu di teras, diatas jam 9. Nah klo emg mau pergi, gi dah.. asal jelas baliknya kapan & gak ngribetin org (cth. bawa konci). Sementara klo mnurut tmn2 gw, mendingan ngobrol di teras, biarpun smpe pagi tp tetangga gak curiga karena keliatan kita2 ini ngapain aja.

Ow, coba berfikir dari sudut pandang lain. Nenek gw kan bisa aja berpendapat bahwa nongkrong di teras smpe pagi justru gak enak dilihat tetangga, smentara santai di 24-hours Mäkùdônárüdò (baca: McD -red) or ۞bücks kan no problem. Jadi, jangan nutup mata dulu lah…

Well, itu sebagian contohnya. Klo lo inget ‘keanehan2′ gw yang lain, sok.. mangga atuh ditulisan.. Mgkn ntar kita bisa cari logika yg bermain di belakang itu, sambil mencoba memahami.. bahwa manusia diciptakan berbeda-beda. Different person, different thoughts; and my parents have the rights to control their kids, k?!!

Cupika Cupiki

September 10th, 2007 by vlara

Cupika-cupiki alias cium pipi kanan kiri, for some Indonesian people is a common thing while for some others it’s not.

Gw sendiri biasa melakukannya sm kalangan tertentu. Contohnya sm sodara2 gw yg anak muda. Meskipun kita baru kenal, meskipun hubungan sodaranya jauh banget (maklum keluarga Betawi yg guede bgt), biasanya cuek-cuek aja bwat cupika-cupiki. Yah, namanya juga sodara. Selain ‘keluarga’, dulu gw juga biasa cupika-cupiki bahkan peluk-pelukan sm ‘keluarga’ gw yg lain, keluarga PY. Keluarga PY adalah rombongan yg pernah 1 rumah sm gw beberapa bulan, terombang-ambing bersama di samudera lepas. Meski berasal dari berbagai propinsi bahkan negara, kita emang udah kaya’ sodara beneran.

Kemarin, salah 2 orang anggota keluarga PY menikah (hehe.. cuma di sini kali ya kita bisa menikahi ’sodara’). It’s been long time gw ngga ketemu & kumpul bareng keluarga gw yg ini, emang susah bgt ngumpulinnya klo gak ada occassion apa-apa. Gw jadi lupa tradisi teletubbies yg satu itu, beserta kebiasaan bercupika-cupiki yg mendarahdaging sesama anggota keluarga. Gw hadir tanpa berpikir ke arah situ sama sekali.

Tiba waktunya utk antri salaman dg mempelai, gw iseng liat ke arah pelaminan. Huaaa.. baru ngeh klo semua wanita (PY) sun-sun-an sm pengantin pria. Gw nengok ke arah si mas dg gelisah, umm.. gmn neh. Mas-ku anak Al-Hikmah, tau sendiri donk gmn pergaulannya anak Al-Hikmah.. Cupika-cupiki? Ngga bgt! Ngobrol sm lawan jenis aja klo bisa nunduk!

Sbnrnya gw sendiri juga udah gak terbiasa lagi bergaul ky gitu. Meski pernah terlibat sm orang2 film (yg udah pasti nganggap itu hal yg biasa), tp saat itu pun gw ngga melakukannya. Terbukti ucapan tmn gw Dini (publicist AADC), "kita bisa kok (gak ikut2an) klo kita mau, cukup tangkupin tangan di depan dada jg mereka ngerti." But this time, klo gw nangkupin tangan doang, gw dianggap aneh gak ya? Udah lama gak ktemu kok ‘garing’. Gw bakal dibilang berubah atau sombong gak ya?

Untungnya Mas Edo udah pernah gw ceritain ttg keluarga PY ini. Alhamdulillah biarpun ngasitaunya udah lama banget, Mas Edo langsung nyambung. "Pah, aku.. ng.. ikut cupika-cupiki jg gak?" tanya gw ragu, sementara antrian semakin mendekati pengantin. "Gak!" geleng Mas Edo tegas. Ow, baiklah..

Tiba giliran gw salaman dg mempelai pria, gw ngajak salaman biasa, "Selamat ya bro.." Oups, sang mempelai langsung narik gw ke pelukannya, dilanjutkan dg sun pipi kanan-kiri sambil berucap heboh, "wuaaa.. tengkyu bgt ya udah dateng, kangen deh."

Hmm.. Mas gw (atau elo klo di posisi dia) gmn perasaannya ya??

Cutter

September 5th, 2007 by vlara

This small stuff has been my best friend since Middle School. Simple but useful. At first, we became friends because i need some sharp thing to protect my self.. Honestly, to fight students from other school(s) attacked mine. Usually i brought long sharp metal ruler, but it was too catchy.

Latest Week of August

September 3rd, 2007 by vlara

This week started with our anniversary which we fill out by different activities. Mas Ferdo went touring by motorcycle with his bosses and me work overtime.

He went to Ujung Genteng which is about 4 hours from Pelabuhan Ratu. So it means the total time he traveled (go & back) was about 20 hours!! The road they passed decline and incline, never ending zigzag, completed with canyon along their side. Most bends are really fracture, sometimes even more than 180 degree. They departed from office at 5 pm and with only 2 check points they finally arrive at 4 am. I was at home, really worry and almost didn’t sleep because Mas Ferdo also said they are going to pass a village which residents are mostly hijackers. The name of that village is Jampang Kulon. I don’t know whether it is true or only rumor.

Fiuh.. finally they get back. Since the travel was almost without rest, the next day Mas Ferdo already at home at 9 pm. He slept like a baby till the next afternoon. Then around 2 pm, he fetched me up in the office. He brought me ice cream and chocolate.. yummy!!!

From office we went for a traditional massage (luluran -red). This is the first time for Mas Ferdo. Hihihi.. so funny watching him splashy. We really have great time there. Maybe it’s going to be our routine schedule.

Two days after the massage, we have big problem from outsider. We talked for hours at night and finally got the solutions. Finally.. Really.. Because actually this problem has been our issue for months and we never get each other’s understanding before. We celebrate this moment by having late dinner at Citra Rasa, our favorite place for Chinese seafood.

The latest activity i can write here is last night, we visit Mas Ferdo’s recitation mate, Bang Latip. Their baby was just born. Usually we buy something for the baby for this kind of occasion. But that afternoon, we almost fight (hehehe.. gak jg sih) to decide the present. The decision was buy something for the family, since the baby is the second daughter.

Anyway, Mas Ferdo just realize he missed ‘Festival Kemang’, again… . Hehehe.. Peace ya Mas! I only will go there if i was with you. When we saw those remain marks for the booths, we can only imagine how wonderful it would be.. Maybe similar to ‘Festival Jajanan Bango’ we enjoyed so much! That ‘FeJañGo’ was one of our best nights.

Joining Billiards Tournament

June 22nd, 2007 by vlara

Hari Kamis tgl 31 Mei lalu (malam sblm ESQ) gw nmenin mas ke Berlian (billiards pool in South Jakarta, man! hehe…). Dia mau ikut turnamen, double player.. i mean, mainnya berpasangan (jd kita msti stel bolanya spy pasangan kita enak pas jln). Meski pasangan si mas tiba2 berhalangan hadir, dia tetap mau ikutan turnamen dan cari pasangan di situ aja.

Trus panitianya nawarin gw bwat ikutan jg.. bhub cewe cm gw doang, klo diundi takut ga adil, jd si mas ngalah utk berpartner sm gw aja. Eh, tiba2 kt panitianya, ngga jadi double, jadinya single tp bola 8. Well, berhubung dah daftar, gw cuek aja bwat lanjut…

Akhirnya gw pun bertanding lawan Rojim (klo ngga salah sih ini namanya, tp kok aneh ya, knp ngga Rohim; klo gw ngga salah dr audzubillahiminasyaitonirRojim, Rojim = terkutuk, iya kan? klo dr bismillahirrohmanirRohim, Rohim = penyayang).

Waktu tau lawannya dia, masku smpt berbisik, "wah, tahun lalu aku smpt dkalahin sm dia nih mam." Gw pun rada panas (cye gw..). Pertandingan pun dimulai.. Gubraks, jago! (Bagi gw sih, ngga tau bagi org lain ya, peace!) Tapi untungnya si Rojim ini sering bikin kesalahan (foul) jadi untung di gw. Masalahnya dia selalu bisa membalikkan situasi; jd setiap abis foul, dia cetak skor. Man, di babak pertama itu dia menang deh 1-0. Untungnya kita cari 3 kemenangan, jd gw masih ada peluang.

Babak ke-2, Rojim menang lagi. Tp gw ngga mau patah semangat dong. Apalagi ngeliat sikap dia yg kayanya ngeremehin kemampuan gw (ceile, pdhl sih sbnrnya gw emg gak ada kemampuan, hikhikhik). Liat jalannya permainan kita ini, gw mulai mikir.. gimana caranya supaya gw bisa dapet skor. Soalnya tiap gw berhasil masukin, giliran berikutnya pasti gantian dia masukin juga. Buntutnya seri juga kan.

Tiba-tiba gw inget cerita masku waktu hampir menang lawan Mas Rasby (utusan kantor gw klo ada pertandingan bilyar antar kantor). Mas Bimo bilang, dia banyak hokinya jg sih, tp triknya adalah nyetel posisi bola supaya sang lawan ngga bisa bergerak. So, gw pun mulai menjalankan trik itu. Untungnya, Rojim ngga sadar smpe babak 2 berakhir.

Berhubung di babak ketiga ini Rojim masih ngga nyadar (atau mgkn terlalu nyepelein gw?), gw pun melanjutkan trik itu, dibumbui gaya sok imut dan sok manja yg sok-sok ngga sengaja klo mukulnya bikin posisi bolanya jadi susah (jd sok mulu nih bahasanya). Good for me because he still didn’t realize it. Klo org yg bneran jago pasti udah ngbales kan?! Meski sebenarnya gw sudah mulai panik berhubung masku sudah kalah di meja sebelah, gw tetap berusaha mempertahankan percaya diri. Gw yakin, gw bisa menang lawan dia.

Alhamdulillah gw menang di babak ini! Menang, man!!! Berarti pertarungan gw ngga jadi usai sampai di sini. Ada babak baru yg menanti gw dan Rojim. Waaaaaah, lega bgt rasanya gw masih punya kesempatan lagi buat ngalahin dia :D Masku and the gank pun mulai nonton gw, karena mereka semua udah kalah.

Babak berikutnya dan berikutnya lagi gw menang! Dengan kata lain, situasi berbalik, gw berhasil melaju ke babak berikutnya. Speechless, bahagia bisa ngebuktiin bahwa dia gak boleh mandang gw sebelah mata. Anw, ternyata gw salah denger kalimat mas gw di awal, yg benernya gini: "wah, tahun lalu aku hampir dkalahin sm dia nih mam." (Intinya mas gw tetap menang.. jd mstinya gw ngga segitu ’sewot’nya lah tanding lawan Rojim). Belakangan gw jg baru tau klo rival gw itu utusan kantor bwat pertandingan antarkantor, yg gw tau mainnya ’sadis-sadis’ semua.

Babak berikutnya gw ktmu sm Dono, salah seorang ‘pasukan’ gw.. Jd ya sutralah, gw support kemenangan Dono aja secara gw jg dah mulai cape. Males kan klo abis itu tanding lagi.. Tapi ternyata, stlh tanding sm gw, Dono lgs perebutan juara 3 & dia dpt! Hehehe.. Coba klo gw ttp semangat, gw bisa kali yah juara 3. Asik kan ‘ceritanya’ ngalahin buanyaaak cowok.

ESQ 165 Training

June 22nd, 2007 by vlara

Hi guys…!
Long weekend kemarin pd kmana? Akyu cerita2 yagh..
Tgl 1-3 Juni itu gw dkirim bwat ikutan Training ESQ (Emotional Spiritual Quotient), wow seneng bgt, soalnya dah lama pgn ikutan (berhubung org2 pd cerita ktnya seru, asik, bagus, dsb) tp blm bs karena kondisi keuangan. Senangnya kli ini gw malah dpt gratisan secara tak disangka. Gara2nya as usual gw ikut ngbina+nilai (tp bukan tim juri inti) LKIR wkt tgl 16-20 Mei lalu di Ciloto. As usual juga, dsitu ktmu lg sm Bu Yeni, yg entah knapa nghadiahin gw ‘jatah’ ini (selain gw ada iVa, Lily, Masni, Bu iis, Pak Dhofiri, & Pak Jasman). Ini jatah utk guru-guru se-Jabodetabek, gratis dari ESQ.
Pagi2 abis subuh bgt tgl 1 gw dianter yayang ksana (auditorium Museum Satria Mandala), trus tiba2 Bu iis nelp, mendadak ngga bisa ikut, jd beliau minta gantiin soalnya drpd mubazir.. jdnya mas-ku mendadak ikutan jg deh.. senengnya dobel :D

Wah, ternyata bneran seru, keren, jadinya heboh, bahagia & haru campur aduk. Mgkn sbagian tmn2 udah ada yg ikut yah? Pokoknya klo ada ksempatan mendingan join aja deh.

Peserta kmarin ada skitar 450 org. Oiya meskipun ini spiritual, tp bukan buat org islam doang loh. Yg barengan gw ada 7 guru non muslim (yg knalan sm gw sih Katholik semua). Sayang bgt kmrn ada bbrp guru/kepala sekolah yg ngga hadir krn malas, cuma ngambil uang transportnya doang, atau minta diwakilkan bawahannya.. wah, mereka ngga tau apa yg sudah dilewatkan. Maklum sih soalnya guru2 kan biasanya klo dsuruh ikut training seringkali trainingnya itu bikin boring, jd udah malas duluan. Pdhl ini seru bgt. Byk game-nya, simulasinya mantap (TOB BGT), kadang pake teatrikal juga, kadang dputerin film juga.

Bwat Fisika ini nyambung bgt, krn sering ngbahas ttg alam, planet2, galaksi (huaaaa.. jd inget waktu ngajar ttg ini, gw kurang seru cerita ke murid2 neh.. kurang ‘dalem’ juga.. kbanyakan praktek doang, kurang byk ngasih simulasi niy gw.. hiks, anak2ku, maafkan Ms.Vira ya..). Ttg Big Bang, Red Rose, ttg penemu2 (misalnya Wright bersaudara). Trus jg ngbahas prinsip2 hidup org Jepang (bushido), dputerin The Last Samurai (waaaaaaa.. keren bgt pas Kaisar Meiji-nya ngomong ya, dalem, gw blm nonton ni film, jd kmarin smpe nangis terharu). Ngbahas ttg ksombongan pembuat Titanic&dputerin potongan filmnya juga. Ada jg film Moses yg pas ngbelah laut (dulu pnah nonton sih, tp kmarin lihat lg senang juga >>> emg dasarnya gw doyan nonton kli ya). Intinya training ini ngingetin kita utk jd manusia yg lebih baik, utk kemajuan bangsa kita, tp dg cara yg menyenangkan & tdk menggurui.

Mendekati akhir acara, tgl 3, kita sama2 nyanyi "Hymne Guru" (hayo masih apal ngga?). Bikin gw, mas gw, sebagian besar peserta serta panitia, bahkan bintang tamu (ada artis sinetron dtg >>> gw ngga pnah nonton TV jd ngga kenal, maap) nangis terharu, inget guru2 kita sepanjang usia, inget jasa2 mereka. Gw inget janji gw waktu SD [bahwa klo gw udah gede & udah kerja (udah punya penghasilan) , gw akan dtg, main ke SD gw, sekedar nengokin guru2 gw, klo bisa bawain mereka buah2an kek] yg belum gw laksanain smpe sekarang, pdhl guru2 gw sebagian besar udah meninggal dunia… .

Anw, u can check this out at: www.esqway165. com & bisa lihat2 majalahnya juga di www.nebula165. com. Trus klo mau ikutan (bwat yg bukan guru, yg guru mah silakan tanya2 ke skulnya atau ke rekan pengajar yg lain atau ke Diknas atau ke ESQ), yg paling murah paket mahasiswa <25tahun, Rp 500rb (ups, dah gak mgkn yah?!). Tp worthed kok, secara seminar2 yg lain jg emg harganya skitar sgitu kan? Pake 3-5 layar ukuran min. 3×4 m, full AC, dpt makan siang & 2x snack, dpt buku (tau kan buku ESQ-nya Ary Ginanjar), ada membership card jg jdnya bisa dtg lg ke training ESQ manapun dg gratis (seluruh Indonesia, Malaysia, Brunei, Belanda). Owiya, mudah2an ikutan itu berpengaruh ke gw, smoga bneran jd manusia yg lebih baik, guru yg lebih baik. Aaaaaaaaaaamiiin.

The Good Thing About Being Sick

May 28th, 2007 by vlara

Semalam gw sakit lagi. Tapi gw jd makin menyadari bahwa hidup ini sayang banget buat disia-siakan. Jadi anak muda yang selalu sehat mungkin bikin elo ngerasa nothing special about this life. Saat elo ingin melakukan sesuatu, mungkin lo akan berpikir, “entar-entar aja lah, masih muda ini… .” Sebaliknya saat lo ingin ‘menghancurkan’ diri lo sesaat (misalnya dengan minum miras atau pete-pete), mungkin lo akan mikir, “gak masalah, toh ntar jg bisa bner lagi.” Kejadiannya mungkin akan beda klo lo sering sakit ky gw.
Emang sih, sebagian orang ada juga yg jadi ‘manja’ gara-gara sakit dan mungkin bawaannya jadi pngen ngeluh aja. Tapi gw ngliat sahabat gw Sarah yg sakitnya sama ky gw, selalu ketawa dan ngebanyol setiap dia sadar. Padahal saat itu dia lg tergeletak nyaris tak berdaya di kasur RS, dg selang infus dan transfusi darah. Pucat abis dan HB-nya cm 3! (HB manusia normal klo gw ngga salah = 9). Kata dokter, klo dia cowok mungkin udah ‘lewat’, karena badan cewek lebih terbiasa ngadepin naik-turunnya HB pd saat menstruasi. Anw, klo lo ngeliat Sarah saat itu, gw yakin lo juga malu klo msh suka ngeluh.
Cara setiap orang menghadapi sakit memang beda-beda. Bagi gw pribadi, gw pngen ngisi hidup gw dengan pengalaman-pengalaman yang baik sebanyak mungkin. I cherish every moment I feel healthy. Lupain aja bagian sakitnya. Ya klo pas lg sakit bgt sih ya tetap musti ngomong lah, biar gimana kan gw tetap usaha biar sehat. Gw jg pngen masa depan gw ngga nyusahin orang dan bisa ngrasain punya anak termasuk mengurus mereka.
Tiga hari lalu (Rabu) gw jaga pameran sendirian. Kalau perihal AE-nya ngga ada, gw udah diwarning sebelumnya. Tapi gw ngga nyangka klo SPG-nya juga ngga ada. Jadinya saat itu gw menikmati saat-saat kerja double, flyering (ngebagiin pamflet) sebagai SPG sekaligus tetap nerangin produk sesuai pekerjaan gw seharusnya. Terus terang gw seneng bgt, karena dari dulu gw emang pngen ngrasain jadi SPG. Dulu sering ditawarin, tapi syaratnya selalu harus buka jilbab. Nah, sekarang kan gw jadi bisa ngrasain jadi SPG dg tetap pake jilbab. Gw asik kerja dari jam 11 sampe gak kerasa udah jam 14 tapi masih rame aja. Yah, mungkin emang masih ada yg lunchbreak kali ya.
Berhubung udah jam 14, gw ngbatesin diri sendiri donk, jadi gw mau makan dulu. Gw pun jongkok di pojokan, mau ngambil nasi di tas. Tapi tiba-tiba kepala gw pusing stengah mati, kerasa muter-muter, gempa bumi, lalu gelap.
Untungnya ternyata ada salah satu AM (account manager) yg dateng, namanya Bang Oliver. Bang Oliv bawel bgt maksain gw untuk minum susu coklat dan makan brownies + kue bola yg beliau beli di coffee shop terdekat. Saat itu gw udah lunglai di sofa sambil berurai air mata. Bang Oliv yg gede & orang Batak ini juga smpet ngomong, “jangan nangis! Makan dulu yg bener!” Kalimat beliau itu malah bikin gw ketawa dan lupa sakitnya. Soalnya meski nadanya terkesan galak, gw bahagia bgt beliau ada di situ dan care banget. Gw keluar air mata bukan karena dipaksa makan, tp karena kepala gw emang bner-bner sakit banget. Gw pernah vertigo sebelumnya tp ini jauh lebih sakit.
Anyway akhirnya gw dibawa balik ke kantor sm Bang Oliv, secara laki gw ada di kantor. Gw pun disuapin makan dan pulang sm mas-ku tersayang.
Besoknya gw ngga kerja. Tepar. Gw berobat ke dokter terdekat. Kemarin waktu gw udah masuk kerja lagi, teman-teman sempet nanya, “kartu asuransi kesehatan yg dari kantor dipake gak?!” Well, ngga. Gw dari dulu emang gak pernah peduli sama fasilitas kantor. Selama gw kerja digaji, ada tidaknya tunjangan bukan masalah buat gw. Kasarnya, klo emang gampang bgt ya syukur (misalnya di kantor ada kliniknya), klo ngga ya udah gw usaha lagi. Lagipula perasaan selama ini alhamdulillah sakit gw ngga pernah ‘berat’. Buktinya hari itu (Jum’at) gw udah kerja biasa, alias istirahat cm 1 hari.
Pulang kerja ada turnamen bilyar dari kantor. Kantor gw tercinta ini emang banyak banget ‘ekskul’nya, asik-asik pula. Gw lumayan rajin di bilyar. Ekskul lain yg gw smpt ikut atau sbnrnya tertarik misalnya BL, futsal, bahasa Arab, dan pengajian/liqo. Selain itu juga ada golf, aerobik, tahsin/baca Al-Qur’an, sepeda, bulutangkis, … . Anw, jadinya hari itu abis maghrib gw langsung ke tempat bilyar, absen sm Mas Rasby, trus pemanasan.
Setelah daftar ulang, gw kebagian lawan Pak Eko. Wah, klo mnurut gw sih hoki-hokian karena Pak Eko ini sering banget foul, bola putih sering bgt beliau masukin.. hehe.. Sayangnya gw sendiri jg payah secara beberapa kali dpt kesempatan masukin bola 9 dari posisi enak, tp gak masuk!! Biasanya itu bola berhenti 1mm di depan lubang sambil tersenyum ngledek gw. Huaaa… 
Pada saat yg sama, ‘pasukan’ gw (Dono Kasino Indro) jg lagi bertanding. Dono kalah 3-0 (gw lupa lawan siapa), Kasino menang 3-0 dari Indro. Tapi akhirnya Kasino jg kalah 3-0 dari yg lain. Oiya, gw sendiri akhirnya kalah 3-1. Saat ngobrol, nonton yg lain, dan sesekali main iseng, gw mulai ngrasa perut gw sakit. Gw pikir karena belum makan malam. Sakitnya parah bgt smpe kadang gw ngga bisa bergerak. Perut seperti diperas, dipelintir, trus ditusuk-tusuk pake garpu di tujuh titik. Saat bisa gerak, gw pun ngajak laki gw makan.
Saat makan smpe selesai makan, perut gw masih tetap sakit. Ngga berkurang sama sekali. Akhirnya karena inget omongan teman-teman seruangan, gw minta tolong mas-ku tersayang nelpon ke nomer yg ada di kartu asuransi kesehatan itu. Tadinya gw mau berobatnya besoknya, tp mas Ferdo ngajak supaya saat itu juga. Untungnya petugas yg ditelpon sm laki gw itu bilang klo kita bisa berobat RS JMC (Jakarta Medical Center) which is so near from the billiards, 24 hours, for free. Akhirnya gw pun berobat, gw ngga tau gmn prosesnya (karena gw udah ngga nahan sakitnya jd mas Fer yg ngurusin semua) tp kayanya sih gampang bgt. Gw bersyukur bgt, ternyata care sm fasilitas kantor tuh untung. Gw kan ngga nyangka bakalan sakit dan berobat untuk 2 penyakit yg ngga ada hubungannya dalam waktu 2 hari! (FYI, ternyata sakit gw ini ngga ada hubungannya sm maag yg gw punya). Bayangin aja berapa banyak yg harus keluar klo ngga ada fasilitas ini.
Anw, kembali ke ‘laptop’, syukuri nikmat sehat yg Dia berikan padamu.. :D